Memahami Cara Kerja Supercharger pada Mobil

Memahami Cara Kerja Supercharger pada Mobil

April 9, 2023 1 By admin

SUPERCHARGER – Istilah supercharger memang masih jarang didengungkan, khususnya di Indonesia. Mobil yang beredar di Indonesia memang masih jarang yang mengaplikasikan supercharger, tidak seperti turbocharger yang sudah banyak diaplikasikan, bahkan hampir semua mobil bermesin diesel. Yang unik, pada VW Golf TSI, sistem supercharger dikombinasikan dengan turbocharger sehingga mampu mengoptimalkan performanya. Lalu, apa itu supercharger? apakah sama dengan turbocharger? mari simak ulasan berikut.

Cara Kerja Dasar pada Supercharger

Prinsip kerja supercharger sebenarnya sama dengan turbocharger, yaitu dengan memampatkan udara dan memasukkannya secara paksa (force induction) ke ruang bakar. Perbedaan utama terletak dari sumber daya untuk melakukan force induction yang dimaksud. Jika turbocharger menggunakan gas buang pada exhaust untuk menggerakkan turbin, supercharger menggunakan daya mesin untuk menggerakkan turbin yang digunakan untuk memampatkan udara dan mengalirkannya ke ruang bakar.

Cara Kerja Dasar pada Supercharger
Komponen Dasar Pada Supercharger

Gerakan pada crankshaft mesin disalurkan melalui belt ke pulley pada supercharger. Putaran pulley yang terhubung pada turbin supercharger akan menyedot dan memampatkan udara. Kemudian udara yang terkompresi akan dialirkan ke ruang bakar sehingga meningkatkan tekanan di ruang bakar.

Baca Juga: Memahami Cara Kerja Turbocharger pada Mobil

Kelebihan dan Kekurangan Supercharger

Pemampatan udara dan force induction supercharger membuat kerapatan udara di ruang bakar meningkat. Peningkatan kompresi udara ini dikombinasikan dengan suplai bahan bakar yang cukup akan menghasilkan output tenaga yang lebih besar daripada Naturally Aspirated

Berbeda dengan turbocharger yang membutuhkan tekanan gas buang yang memadai untuk memutar turbin, supercharger menggunakan tenaga mesin, sehingga supercharger sudah dapat bekerja dari rpm bawah. Karakteristik ini membuat supercharger tidak mengalami jeda (turbolag) yang dialami turbocharger.

Baca Juga: Fungsi Intercooler pada Mesin Turbo

Karena menggunakan daya dari mesin untuk memutar turbin, maka mesin akan terbebani. Kondisi ini akan membuat efisiensi lebih rendah dan konsumsi BBM lebih boros dari mobil yang mengadopsi turbocharger.

Supercharger jarang diaplikasikan pada mobil yang beredar di Indonesia karena karakteristiknya yang tidak se-efisien turbocharger dalam pembakarannya. Padahal, supercharger tidak memiliki jeda (turbo lag) seperti yang terjadi pada turbocharger. Pada VW Golf TSI, mesinnya mengaplikasikan supercharger dan turbocharger sekaligus. Supercharger bekerja pada rpm bawah, sedangkan turbocharger bekerja pada putaran atas. Kombinasi ini membuat turbolag tidak terjadi pada putaran bawah, dan efisiensi tetap terjaga ketika rpm atas karena supercharger berhenti bekerja.