AUTOPEDIA – SUZUKI SX4 (ALL GENERATIONS)

July 5, 2019 2 By admin

Suzuki SX4 merupakan sebuah crossover buatan Suzuki yang hingga saat ini beredar dua generasi. Generasi pertama disebut sebagai Suzuki SX4 X-Over (ada juga X-Road dan Neo Baleno), sedangkan generasi kedua disebut sebagai Suzuki SX4 S-Cross.

Suzuki SX4 Generasi Pertama (2007-2012)

Timeline

  • Tahun 2007

Tahun 2007, pertama kali Suzuki SX4 diperkenalkan di Indonesia dan didatangkan secara utuh (CBU) dengan nama Suzuki SX4 X-Over. Di era ini, Suzuki SX4 disebut-sebut sebagai pioneer lahirnya crossover di Indonesia yang merupakan perpaduan sebuah hatchback dengan citarasa SUV. Sebagai pioneer, Suzuki SX4 sangat populer dan laris manis.

Suzuki SX4 X-Over Prefacelift

Suzuki SX4 X-Over Prefacelift

Suzuki SX4 X-Over didesain oleh ItalDesign yang membuat crossover ini agak ke-Eropa-Eropa-an. Desain minimalis dan membulat membuat Suzuki SX4 X-Over tampil beda dengan kebanyakan mobil dijalanan yang berkiblat ke Jepang. Dimensi yang mungil membuat mobil ini praktis dan mudah dikemudikan. Meskipun begitu, Suzuki SX4 X-Over masih terlihat gagah dengan ground clearance yang cukup tinggi ala SUV dan tambahan aksesoris roof-rail untuk menampung barang bawaan di bagian atap.

  • Tahun 2008

Selang waktu sekitar setahun setelah kesuksesannya, Suzuki mulai tertarik merakit SX4 di Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar dan menekan biaya produksi. Hebatnya, versi CKD ini malah mendapat tambahan fitur, yaitu sepasang rem cakram untuk roda belakang.

Selain itu tambahan dua varian SX4 juga ikut diproduksi menjadikan crossover ini memiliki tiga pilihan varian yaitu X-Over (versi tertinggi), X-Road (versi hatchback/lebih murah), dan Neo Baleno (versi sedan).

Suzuki SX4 X-Road

Suzuki SX4 X-Road

Versi hatchback sekaligus versi termurah dari Suzuki SX4 ini adalah unit langka (kalau tak mau dibilang “tidak laku”). Perbedaan harganya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan X-Over, tetapi dari tampilan eksterior saja terlihat cukup banyak yang dilucuti di X-Road ini. Yang terlihat jelas adalah absennya over-fender dan ukuran velg yang lebih kecil (15 inch).

Suzuki SX4 Sedan (Neo Baleno)

Suzuki SX4 Sedan (Neo Baleno)

Bagaimana jika sebuah SX4 diberi buntut bagasi? Jawabannya bisa dilihat dari tampilan Neo Baleno. Desain dasarnya adalah sebuah X-Road (secara desain X-Road, secara fitur X-Over), namun memiliki ekor. Jadi, Neo Baleno adalah sebuah sedan yang terlihat gemuk, yang bukan selera semua orang, dengan dimensi yang cukup besar, lebih mirip sedan dengan kelas di atasnya (Civic, Altis), dibandingkan dengan sedan dikelasnya (City, Vios) pada jamannya. Menggunakan velg seukuran X-Road (15 inchi) dan tentunya tanpa over-fender.

  • Tahun 2010

Antusiasme penggemar crossover mulai pudar, memaksa Suzuki untuk melakukan penyegaran terhadap SX4. Dilahirkanlah versi facelift dengan beberapa perubahan yang lebih baik. Perubahan eksterior yang terjadi di versi facelift memang tidaklah banyak. Desain body yang berbau Eropa masih dipertahankan dan ini adalah hal yang positif. Tidak berhenti disini, lampu utama yang di-upgrade menjadi HID projector membuat versi facelift ini terlihat modern dan mengikuti jaman. Sedangkan untuk perubahan kecil di grille tidak terlalu terlihat. Perubahan desain velg juga tidak signifikan mengingat diameternya masih sama-sama 16 inchi. Interior juga ikut disegarkan. MID merah di cluster tengah dipindahkan sehingga menyatu ke instrument meter yang membuatnya tampil lebih modern, tambahan mid bass di bagian tengah dashboard, serta perubahan-perubahan kecil di interior lainnya.

Suzuki SX4 X-Over Facelift

Suzuki SX4 X-Over Facelift

Malangnya, penjualan SX4 X-Road (hatcback) dan Neo Baleno (sedan) tidak secemerlang SX4 X-Over. Dengan terpaksa Suzuki menghentikan produksi atas kedua varian ini (discontinued).

  • Tahun 2012

Suzuki SX4 X-Over dirasa terlalu kalem? varian RC1 menjadi jawabannya. Varian ini memberikan tambahan aksesoris yang membuat SX4 X-Over yang kalem menjadi lebih agresif dan sporty. Aura ini dipancarkan dari penggunaan rear spoiler yang lebar, twin muffler cutter yang sporty, dan velg 17 inchi yang lebih sedap dipandang. Selain itu, nuansa modern juga ikut terasa dengan penggunaan LED sebagai penerangan di lampu utama dan lampu belakang.

Suzuki SX4 X-Over RC1

Suzuki SX4 X-Over RC1

Akan tetapi, di tahun 2012 ini, Nissan juga mulai menelurkan sebuah crossover (Nissan Juke) yang memiliki desain unik. Munculnya Nissan Juke ini membuat penjualan SX4 semakin lesu dan akhirnya perjalanan crossover besutan Suzuki ini berakhir.

Performa

  • Mesin dan Transmisi

Semasa hidupnya, Suzuki SX4 X-Over (termasuk X-Road dan Neo Baleno) hanya dibekali dengan satu pilihan mesin untuk pasar indonesia, yaitu 1500 cc M15A DOHC VVT yang sudah ada sejak jaman Aerio. Mesin yang aslinya berkompresi 10.5:1 di-downgrade menjadi 9.5:1 untuk menyesuaikan dengan kualitas BBM di Indonesia saat itu. Efeknya, tenaga dan torsi turun menjadi 100 PS dan 133 Nm. Mesin ini dipadukan dengan dua pilihan transmisi yaitu M/T 5-speed dan geared A/T (Torque Converter) 4-speed yang menggerakkan dua roda depan.

Padahal, di luar negeri Suzuki SX4 generasi pertama ini ditawarkan dalam berbagai pilihan mesin bensin dan diesel yang lebih bertenaga.

  • Suspensi

Suzuki SX4 generasi pertama memang dikenal memiliki suspensi yang cukup keras. Positifnya, handling menjadi tetap stabil meskipun mobil ini cukup tinggi. Ditambah dengan stir yang berbobot dan cenderung berat menjadikan pengendalian semakin mantab. Akan tetapi konfigurasi seperti ini berimbas pada kenyamanan. Bantingan terasa keras, khususnya untuk penumpang belakang (yang apesnya lagi posisi duduknya tegak). Stir yang berat juga menjadi masalah bagi sebagian besar pengemudi wanita.

Fitur

  • SX4 X-Over Prefacelift (CBU)

Suzuki SX4 X-Over dibekali dengan fitur yang cukup lengkap di jamannya. Head unitnya meskipun belum mendukung konektivitas eksternal, namun sudah integrated. Suara yang dihasilkan juga menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya. Steering wheel audio control, spion elektrik lipat, dan MID juga sudah tersedia. Untuk keamanan dan keselamatan, fiturnya cukup lengkap mulai dari immobilizer, dual airbags, ABS, EBD, dan BA. Sayangnya belum ada keyless entry, padahal Vios G dan Yaris S Limited di tahun yang sama sudah memilikinya.

  • SX4 X-Over Prefacelift (CKD)

Untuk versi CKD, Suzuki SX4 X-Over memiliki tambahan rem cakram di roda belakang.

  • SX4 X-Over Facelift

Versi facelift mendapatkan tambahan fitur HID Projector dan mid bass. MID juga berubah menjadi lebih modern dan dipindahkan ke instrument meter.

  • SX4 X-Over RC1

Suzuki SX4 X-Over RC1 sebagai varian paling mahal sudah menggunakan LED untuk penerangan di lampu depan dan belakang. Selebihnya hanya tambahan aksesoris yang membuat terlihat lebih sporty seperti rear spoiler, twin muffler cutter, dan velg 17 inchi.

  • SX4 X-Road

Sebagai varian paling murah, X-Road memiliki fitur yang paling minim. X-Road tidak dibekali dengan overfender dan roof-rail. Velg yang digunakan juga berukuran 15 inch. Untuk fitur lainnya, X-Road tidak memiliki ABS, MID, steering wheel audio control, dan spion lipat elektrik. Entertainment pun hanya mengandalkan head unit single din dengan 2 buah speaker.

  • SX4 Sedan (Neo Baleno)

Neo Baleno adalah sebuah sedan dengan basis X-Road di eksterior dan X-Over (prefacelift) di interior.

SPESIFIKASI LENGKAP: SPESIFIKASI SUZUKI SX4 X-OVER

Suzuki SX4 Generasi Kedua (2016-Sekarang)

Timeline

  • Tahun 2016

Cukup lama absen dari 2012, akhirnya Suzuki SX4 generasi kedua masuk ke Indonesia di tahun 2016. Di tahun-tahun ini, crossover menjadi salah satu segmen yang ramai sejak masuknya Honda HR-V. Masuknya generasi kedua yang dinamakan SX4 S-Cross ini sangat terlambat mengingat di negeri asalnya sudah beredar sejak tahun 2013. Generasi kedua ini benar-benar baru dan sama sekali tidak menyisakan sedikitpun dari generasi pertamanya, kecuali mesin M15A andalannya.

Suzuki SX4 S-Cross Prefacelift

Suzuki SX4 S-Cross Prefacelift

Berbeda dengan generasi pertama yang berbau Eropa, generasi kedua ini desainnya cukup aneh dan kurang proporsi. Akibatnya, Suzuki SX4 S-Cross kurang populer dan jarang terlihat unitnya di jalan.

  • Tahun 2017

Akibat keterlambatan dalam peluncuran generasi kedua, belum genap 2 tahun beredar, Suzuki SX4 S-Cross sudah mengalami facelift di akhir tahun 2017. Desainnya kini lebih terarah dan membaik. Bagian grille-nya terlihat seperti kombinasi dari grille Jeep dan BMW yang terlihat mewah. Hanya saja, di Suzuki S-Cross malah terlihat terlalu overkill ditambah dengan headlamp yang terlalu “rame”.

Suzuki SX4 S-Cross Facelift

Namun, secara keseluruhan desainnya membaik dibandingkan dengan versi prefacelift.

SPESIFIKASI LENGKAP: SUZUKI SX4 S-CROSS FACELIFT 2017

Performa

  • Mesin dan Transmisi

Mesin yang digunakan di generasi kedua ini masih sama dengan generasi pendahulunya, mesin jadul berkode M15A 1500 cc DOHC VVT. Bedanya, mesin ini tidak lagi di-downgrade, masih menggunakan spek standar dengan rasio kompresi 10.5:1. Alhasil, tenaga dan torsi yang dihasilkan meningkat dari pendahulunya menjadi 109 PS dan torsi 138 Nm (naik 9 PS dan 5 Nm).

Yang signifikan adalah perubahan di transmisi otomatisnya yang sekarang menggunakan 6-speed geared A/T (Torque Converter) yang lebih halus dan jarak rasionya tidak terlalu jauh. Untuk transmisi manual sendiri masih sama menggunakan 5-speed M/T. Transmisi matik untuk pasar Indonesia ini cukup menjanjikan mengingat di beberapa negara malah dipasangkan dengan CVT.

  • Suspensi

Suspensi masih mewarisi karakter yang sama, namun dengan perbaikan sehingga kerasnya bantingan berkurang. Memang masih terasa kaku, namun membaik dibandingkan generasi pertama. Hal ini menyebabkan kenyamanan menjadi lebih baik, ditambah dengan ruang baris kedua yang sedikit lebih lega dan jok yang lebih rebah.

Fitur

  • S-Cross Prefacelift

Banyak fitur yang ditambahkan di generasi kedua ini dibandingkan dengan generasi pertama. Mulai dari head unit dengan layar sentuh, AC digital, paddle shift, auto headlights with manual levelling, LED DRL, auto wiper, hingga keyless entry dan push start engine. Untuk fitur keselamatan sendiri tidak ada perubahan, hanya meliputi dual airbags, ABS, EBD, dan BA. Tidak ada traction control maupun stability control.

  • S-Cross Facelift

Tidak ada perubahan yang signifikan untuk versi facelift. Perbedaan hanya meliputi jok kulit dan headlamp manual levelling yang digantikan dengan auto levelling.

Seluk-Beluk Suzuki SX4

Handling Mantab

Untuk sebuah crossover yang memiliki ground clearance yang tinggi, Suzuki SX4 dianugerahi dengan handling yang presisi. Hal ini tak terlepas dari karakter suspensi yang kaku dan keras serta bobot stir yang berat.

Built Quality yang Baik

Di generasi pertama, Suzuki SX4 memiliki built quality yang bisa dibilang paling baik untuk kelas harganya. Sedangkan untuk generasi kedua, kualitas material plastik empuk mulai digunakan pada bagian interior meskipun finishing-nya tidak serapi generasi pertama.

Kualitas Audio Jempolan

Meskipun head unitnya terkesan biasa saja di generasi pertama, kualitas audio yang dihasilkan sangat baik untuk kelasnya. Sayangnya di generasi kedua kualitas suara malah menurun.

Mesin Bandel

Mesin jadul yang sudah digunakan sejak jaman Aerio tidak perlu diragukan lagi durabilitas dan reliabilitasnya. Tanpa adanya teknologi yang aneh-aneh (untungnya sudah katup variabel/VVT), M15A ini terbukti bandel hingga sekarang.

Boyo/Lemot

Beberapa pengguna Suzuki SX4, khususnya generasi pertama mengeluhkan respon akselerasi yang cukup lemot. Hal ini disebabkan oleh body SX4 yang tebal yang membuat bobotnya lebih berat hingga 1.2 ton (hampir menyamai Rush/Terios) meskipun dimensinya cukup kompak.

Generasi kedua mulai membaik dengan spek mesin yang tidak di-downgrade dan dikombinasikan dengan transmisi otomatis yang lebih baik. Namun performanya masih biasa-biasa saja.

Bantingan Keras

Bantingan suspensi di generasi pertama memang keras untuk mengejar handling yang mantab. Ini konsekuensi yang wajar. Di generasi kedua sudah di atur ulang menjadi agak empuk meskipun handling masih oke.

Stir Berat

Stir berat menjadi masalah serius bagi pengemudi wanita yang menggunakan Suzuki SX4 di jalanan dalam kota yang padat. Perlu tenaga ekstra untuk memutar stir mobil ini, khususnya generasi pertama. Generasi kedua di-setting menjadi lebih ringan, namun masih tetap berbobot.

Blindspot di Pilar A

Pilar A Suzuki SX4 khususnya generasi pertama memang cukup lebar dan menggangu pandangan ke kanan-depan. Sudah disediakan kaca kecil di antara segitiga pilar A yang bagi sebagian orang kurang membantu. Anehnya, mobil-mobil sekarang semakin banyak yang menggunakan desain seperti ini.

Racksteer

Banyak kasus oblaknya racksteer pada sistem power steering elektriknya (EPS) yang menyebabkan bunyi klutuk-klutuk ketika melewati jalanan yang tidak rata. Kasus yang sama juga terjadi di Ertiga. Hal ini bukan hal yang aneh. Bahkan beberapa mobil Toyota yang menggunakan EPS seperti Yaris atau Vios juga mengalami hal yang sama.

Oblaknya racksteer ini bisa diperbaiki dengan mengganti bushing racksteer dengan bushing berbahan teflon yang lebih awet.

Motor Fan Radiator Leleh

Ini kasus yang jarang terjadi sebenarnya, tapi memang ada. Hal ini dikarenakan posisi header exhaust berada di depan, dekat dengan motor fan radiator. Beberapa mobil dengan konfigurasi yang sama juga mengalaminya. Solusinya bisa menambahkan heat wrapping shield yang dibalutkan di sekitar header exhaust.